Oleh: Ustadz Ahmas Faiz
Tempat: Ponpes Babus Salam, Cibubur
Istiqomah di Zaman Fitnah
#Milikilah ilmu
#Ketahui apakah kerja kita halal atau haram
#Orang menuntut ilmu tapi tidak diamalkan, pada saat ia butuh menerapkan ilmu, ia lupa, kemudian terjerumus dalam fitnah. Banyak terjadi.
#Jadikan ilmu sebagai kacamata. Lihat segalanya dengan ilmu, sehingga jelas mana yang haq dan bathil.
#Uang bisa datang sendiri, tapi ilmu harus dicari.
#Di setiap jalan ada syaithan. Setan tidak mungkin menunjukkan dirinya dalam wujud asli. Manusia banyak terlena, padahal itu adalah fitnah yang diperindah sedemikian rupa.
Cara mengenali sunnah
1. Luzumus sunnah. Bagaimana kita menetapi sunnah. Ahlus sunnah, tidak terikat dengan siapapun kecuali dengan sunnah atau yang udentik dengan sunnah.. (syaikh shalih fauzan)
2. berhati2 dengan amalan baru, yang tidak ada zaman dulu. Ini adalah pedoman.
Saat kita mulai terjatih dalam fitnah, tanyakan: apakah paham kita sudah menerapkan kaidah yang sering kita sebut dalam muqaddimah, "wa khairal hadi hadyu muhammad ..", dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk muhammad?
2. Mengikuti ulama kibar (senior), dan berhati2 dengan sighar (junior).
Fitnah itu barang dagangan setan.
3. Al hirsh alal ilmi, bersemangat menuntut ilmu.
Syaikh abdur razaq, saat dimintai fatwa sementara syaikh abdul muhsin di situ, beliau mempersilahkan syaih abdul muhsin, yang lebih senior untuk memberikan fatwa.
1. Berhati2 pada fitnah
2. Pastikan, apakah sesuai sunnah atau tidak. Jika tidak tau, tanyakan.
3. Tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nash. Tidak mengolah nash untuk sesuai dengan kita. Tapi menyesuaikan diri kita dengan nash.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar