Rabu, 09 Mei 2018

Kajian Keluarga 1

Oleh: Ustadz Nurdin Apud
Tempat: Pesantren Al-Andalus, Jonggol

Pentingnya Ilmu Agama untuk Membentengi Keluarga.

#Jangan sampai kita tidak tahu, bahwa hal yang biasa dilakukan, ternyata adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Contohnya:

1. Jimat, pelet, dll.

Sabda Rasul: "Barangsiapa yang menggantungkan tamimah, (pelet jimat) sungguh telah berbuat syirik."
Padahal Allah menjanjikan setiap mukmin akan masuk sirga, bila ia tidak berbuat syirik.

2. Shalat adalah ciri keseharian seorang muslim. Komponen shalat banyak. Salah satunya wudhu. Salat seharusnya mengundang pahala, namun bisa menjadi dosa saat tidak dilakukan dengan benar.

Sabda Rasul: "Celakalah bagi tumit yang terlewat dari air wudhu."

3. Tumakninah.
Sabda Rasul: "Koruptor yang paling jelek adalah yang mencuri saat solat." Bagaimana ia bisa melakukannya dalam salat? "Tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya."

4. Laki-laki menggunakan sutra dan emas. Sabda Rasul: "Perhiasan sutra dan emas diperbolehkan untuk perempuan dari umatku, namun diharamkan bagi kalangan laki-lakinya".

Hal2 tersebut terjadi lantaran kita tidak punya ilmu.

#MENGAPA HARUS MENUNTUT ILMU

Rasul bersabda: "Menuntut ilmu (agama) kewajiban bagi tiap muslim"

Pepatah arab: "teko hanya mengeluarkan isinya"

#Firman Allah: "Katakan la ilaha illallah kemudian istigfarlah atas dosamu."

#Ilmu sebelum kata dan perbuatan: ilmu merupakan syarat sah perkataan dan perbuatan.

#Ilmu wajib diketahui

#Kabar gembura untuk para penuntut ilmu

1. Pewaris nabi.
Para nabi tdk mewariskan dinar dan dirham (harta). Tapi mewariskan ilmu. Makan siapa yang mengambil warisannya, ia mengambil bagian yang luar biasa.

2. Pertanda kebaikan.
Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, akan diajarkan padanya ilmu agama.

3. Upaya menuju surga
Orang yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah mudahkan dengannya jalan menuju surgaa.

4. Orang yang punya ilmu dibanding ahli ibadah yang tidak berilmu adalah seperti bulan purnama dibanding bintang2

5. Sabda Rasul: "Perumpamaan ilmu dan hidayah yang diberikan padaku seperti hujan yang turun ke tanah. Tanah ada tiga jenis:

Salah satunya gembur, menyerap air, kemudian menumbuhkan banyak tumbuhan dan rumput. Penuntut ilmu, diamalkan dan diajarkan.

Ada yang menampung air tapi tidak menumbuhkan. Menuntut ilmu, tidak mengerti atau tidak mengamalkannya, namun bisa menyampaikannya.

Yang terakhir tanah cadas yang tidak meresap ataupun menampungnya. Manusia yang datang ke tempat ilmu. Mendengar dan melihat, namun setelahnya tidak ada bekasnya."

# Jangan sampai kita termasuk golongan yang Allah sebutkan dalam Ar rum ayat 7.
"Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar